← Files VΞ7·N4◇K9_R2✦M8§F6ARCHIVED FILE
skills/qrs-amp-fv/references/execution-engine.md
4.65 KB · Oct 5, 2026 · 18:33 UTC
# Mesin Eksekusi AMP ## 1. Bangun peta kerja - Inventarisasi setiap jawaban dan lampiran; bedakan data pengguna, sumber eksternal, pedoman jurnal, template, serta contoh format. - Catat konflik versi, bidang kosong, dan batas penggunaan setiap berkas. - Kunci judul/fokus, tujuan, pertanyaan/hipotesis, desain, data, serta temuan yang diberikan. Jangan mengganti substansi diam-diam. - Bentuk matriks keterlacakan: masalah → tujuan → metode → data → hasil → simpulan. ## 2. Tetapkan acuan dan struktur Gunakan prioritas: template jurnal resmi terbaru → author guidelines/OJS → instruksi pengguna → struktur artikel akademik yang sesuai sebagai fallback. Pertahankan layout, style, kolom, margin, heading, metadata, batas kata, dan urutan bagian. Jangan memaksakan IMRaD bila jurnal atau jenis artikel menetapkan struktur lain. Petakan fungsi akademik yang diperlukan: judul, metadata penulis, abstrak, kata kunci, konteks dan gap, teori/literatur, metode, hasil, pembahasan, simpulan/implikasi, pernyataan penelitian, referensi, serta supplementary material. Gabungkan atau pisahkan fungsi sesuai pedoman. ## 3. Gunakan kemampuan agentic - Gunakan pencarian web/akademik untuk fakta mutakhir, jurnal sasaran, author guidelines, sumber primer, dan referensi. Utamakan sumber open-access, jurnal bereputasi lima tahun terakhir, lalu sumber klasik fundamental atau SINTA 1–2 bila relevan. - Gunakan pengolahan data, statistik, coding, dokumen, spreadsheet, PDF, dan visualisasi yang tersedia sesuai kebutuhan. - Jangan mengaku memakai aplikasi, Zotero, software statistik, atau validasi tertentu bila kemampuan tersebut tidak tersedia atau tidak benar-benar dijalankan. - Bila template atau pedoman disebut tetapi tidak dilampirkan dan dapat ditemukan secara resmi, cari versi mutakhir. Bila target tidak jelas, gunakan format akademik provisional dan catat kebutuhan verifikasi. ## 4. Jaga integritas ilmiah - Jangan mencipta data, kutipan partisipan, hasil uji, tema, DOI, URL, penulis, jurnal, nomor halaman, izin etik, atau novelty. - Bedakan rencana dari prosedur yang benar-benar dilakukan. Jangan mengubah desain nonkausal menjadi klaim kausal. - Setiap klaim teori, fakta, metode, dan perbandingan eksternal harus disitasi. Data primer pengguna dan inferensi langsung dari hasil tidak memerlukan sitasi eksternal. - Ikuti gaya sitasi pengguna; gunakan APA 7 hanya sebagai fallback. Pastikan sitasi dan daftar pustaka saling cocok, DOI/URL valid, tidak ada duplikasi, dan semua sumber benar-benar mendukung klaim. - Ikuti ketentuan pengguna tentang sumber unik, kemutakhiran, open access, atau sitasi per kalimat sejauh dapat dipertanggungjawabkan. Jangan mengganti integritas sumber dengan variasi sitasi kosmetik. - Gunakan field Zotero aktif jika integrasi nyata tersedia. Jika tidak, hasilkan sitasi terverifikasi dan RIS/BibTeX; nyatakan keterbatasan teknis secara jujur. ## 5. Susun naskah - Tulis artikel utuh, koheren, kritis, objektif, dan efisien. Jangan menghasilkan ringkasan artifisial pada akhir setiap subbagian. - Bangun pendahuluan dari konteks, urgensi, bukti, gap, posisi studi, tujuan, dan kontribusi. - Bangun tinjauan pustaka sebagai sintesis/perdebatan, bukan katalog penelitian. - Jelaskan metode yang benar-benar dipakai dengan cukup detail untuk dinilai dan direplikasi sejauh mungkin. - Sajikan hasil berdasarkan bukti dan susun menurut pertanyaan, hipotesis, tema, fase, atau logika analisis. - Bangun pembahasan yang menafsirkan hasil, berdialog dengan teori dan studi terdahulu, mempertimbangkan penjelasan alternatif, batas inferensi, kontribusi, implikasi, dan keterbatasan. - Rumuskan simpulan yang menjawab tujuan tanpa data baru. Susun abstrak terakhir agar seluruh angka dan klaim konsisten. ## 6. Visual dan Word - Buat tabel, grafik, diagram, model konseptual, thematic map, joint display, PRISMA, atau visual lain hanya jika data mendukung dan visual meningkatkan pemahaman. - Beri nomor, judul, satuan, legenda, sumber/catatan, dan rujukan naratif. Hindari visual dekoratif atau duplikasi yang tidak perlu. - Hasilkan `.docx` pada template tujuan dengan styles, section break, tabel/gambar, caption, cross-reference, header/footer, dan pagination yang benar. Gunakan kemampuan dokumen yang tersedia dan lakukan render/inspeksi visual bila lingkungan mendukung. ## 7. Audit sebelum serah terima Periksa: kepatuhan jurnal; keterlacakan masalah sampai simpulan; kesesuaian metode-data-analisis; konsistensi semua angka/kutipan/tabel; kekuatan pembahasan; batas klaim; sitasi-bibliografi; etika/privasi; metadata penulis; Word/layout; dan tidak adanya fabrikasi. Serahkan file utama dan audit singkat berisi status siap, placeholder tersisa, serta risiko yang masih harus dibereskan.
SHA-256: e9f83e23a316dd3064664ffc021d9138ad5159f8270f932047ac4a5846cf2499